Saya terlintas masa kecilku, tiap pagi sehabis hujan semalam aku biasanya menyusuri tegal untuk mencari buah mangga yang jatuh karena sudah masak. Kadang-kadang setiap ada hujan angin pun aku menyusuri sepanjang jalan untuk mendapatkan buah mangga yang jatuh akibat hujan angin tersebut. Ada macam-macam buah mangga yang kudapat mangga Golek , Kopyor, Gedong, Keong, bacang dan banyak lagi karena aku sudah lupa.
Namun sekarang mangga yang ada di pekarangan rumahku hanya tinggal mangga arum manis atau kami menyebutnya mangga pertanian. Sementara mangga yang berbagai jenis bentuk dan rasanya hilang tinggal kenangan. Sejak ada penggalakan buah mangga yang rasanya enak tersebut mangga kampung terdesak oleh pembangunan rumah dan mangga arum manis. Saya kadang menyesal kenapa tidak memiliki perkarangan yang luas untuk menanam mangga kampung tersebut. Keanekaragaman mangga diganti dengan keseragaman Arum Manis. Duh kasihan mangga kampung, demi kenikmatan kamu menghilang dan kini tinggal kenangan masa kecilku.
Wah….. membaca tulisan Bapak, serasa saya bisa ikut terlarut dalam cerita dan merasakan apa yang Bapak rasakan, pada saat menuangkan kenangan masa lalu yg manis, yg hilang……, tak tahu kemana …dan tak tahu apakah akan muncul lagi atau tidak….. semoga buah mangga kampung yang beraneka rupa dan tak kalah enak dan terkesan rasanya, semoga akan muncul lagi……….. semoga……….