Sepiring Nasi

Suatu ketika ibuku marah karena aku membiarkan bulir padi tercecer waktu merontokan (memanen) padi di sawah. Waktu kecil, aku tidak memahami kenapa ibu marah hanya beberapa bulir padi yang tercecer tersebut. mengapa dia lebih saya beberapi bulir padi dibandingkan anaknya. Akhirnya baru sekarang aku memahaminya.

Sebagai petani padi yang mengandalkan sawah tadah hujan ibu harus berpacu dengan musim. Dimana mereka memahaminya dengan ilmu “titenologi” seperti yang dipopulerkan oleh Jaya Suprana bos jamu itu. Seringkali karena salah prediksi kaum petani di desaku  gagal pada panen kedua. Disamping itu harga jual padi yang kadang rendah dan harga pupuk mahal. Inilah sebab ibu harus menghasilkan sebanyak-banyaknya padi yang harus dikumpulkan sehingga beberapa bulir padipun sangat berharga di mata ibu. Sebagai gambaran penghasilan (hasil pertanian) orang tua saya hanya sebesar Rp500.000,00 sebulan dengan memiliki anak sebanyak tujuh orang. Makanya mereka harus gemati dalam memanen padi. Jangan sampai jerih payah dalam menanam padi hilang dengan membiarkan bulir padi tercecer.

Hal yang perlu kita contoh. Jangan sampai kita tidak menghabiskan makanan di hadapan kita. Meski kita ingat jerih payah petani yang telah berjasa sehingga makanan tersebut terhidang di meja makan kita.

 

This entry was posted in Pertanian. Bookmark the permalink.

One Response to Sepiring Nasi

  1. Ariessa Putri says:

    berdegup rasanya batin ini…membaca tulisan ini…, Ya, kita kadang seringkali lupa, dan tidak berpikir sejauh ini, kalau kita tidak disadarkan, misal dgn artikel td, bahwasanya betapa berharganya nilai dari ” sebutir” nasi…..
    dan betapa berat dan jauh perjalanannya, sehingga bisa menjadi nasi yg tersaji di depan kita…

    Betapa besar jasa, para Pahlawan penjaga kehidupan itu, Ya Bapak2/Ibu Petani, semoga Allah swt sll memuliakannya dan memberi kemudahan dalam kehidupannya,..disebabkan rasa “keikhlasan yg besar” dlm menggantungkan penghasilannya……….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s