Penghasilan petani
Waktu masih bersekolah di Sekolah Menengah Atas saya sering bingung kalau disuruh mengisi kuesioner perihal penghasilan bapak saya dalam sebulan. Kenapa bingung? Karena tidak tahu berapa besar penghasilan bapak dalam sebulan. Akhirnya kuesioner tersebut saya isi dengan sekenanya.
Bapak saya adalah seorang petani yang tidak tahu berapa penghasilannya dalam sebulan. Penghasilannya tidak diukur dengan uang tetapi dalam jumlah berapa karung gabah yang dia hasilkan. Jadi kalau lagi butuh uang (uang ditangan habis) untuk belanja keperluan sehari-hari atau bayar uang sekolah saya, tinggal jualan gabah tersebut. Uang tabungan pun tidak ada karena tabungannya dalam bentuk gabah yang disimpan di rumah atau dalam bentuk ternak sapi.
Suatu ketika saya iseng-iseng menghitung berapa sih penghasilan bapak saya. Caranya cukup mudah. Ketika bapak menjual gabahnya, saya disuruh untuk menghitung berapa berat gabah dalam karung tersebut. Jadi saya tahu berapa rata-rata berat gabah sekarung dan harga satu kilogram gabah. Terus saya hitung berapa karung hasil panen bapak dan saya kalikan rata-rata berat gabah sekarung kemudian saya kalikan lagi harga gabah per kilogramnya. Hasilnya sungguh menggagetkan saya. Dalam setahun penghasilannya cuma Rp.8.000.000-an atau sebulan cuma Rp.666.600-an. Hebat! Jadi bagaimana caranya dia selama ini bisa menghidupi 7 orang anaknya?

Tinggalkan Balasan